Prediksi Rusia vs Portugal 21 Juni 2017

prediksi rusia vs portugal 2017Ajang Piala Konfederasi yang telah memasuki pertandingan penyisihan grup kedua. Akan tersaji satu pertandingan yang cukup sengit, mempertemukan tim tuan rumah Rusia melawan sang juara Eropa, Portugal. Pertandingan ini akan dihelat pada Rabu, 21 Juni 2017 di Stadion Otkrytiye Arena, Moskva. Peluit sepak mula akan dimulai pada pukul 22.00 malam WIB.

Rusia, yang akan bermain sebagai tuan rumah pada laga kali ini nampaknya harus berjuang lebih keras. Sebab mereka tercatat hanya pernah sekali meraih kemenangan pada pertandingan kandang di lima laga terakhir mereka, yaitu ketika melawan Selandia Baru pada pekan pertama Piala Konfederasi.

Pada pertandingan akhir pekan lalu itu, Rusia berhasil menjebol gawang Selandia Baru sebanyak dua kali. Gol tercipta lewat sepakan M. Boxall pada menit 31’ dan satu gol lagi lahir lewat kejelian F. Smolov paa menit 69’. Hingga peluit akhir pertandingan berbunyi, Selandia Baru tidak dapat membobol gawang Rusia sehingga skor bertahan 2-0 untuk keunggulan Rusia.

Pada pertandingan kandang sebelumnya, mereka tercatat telah bertemu dengan Cile pada pertandingan persahabatan tanggal 9 Juni 2017. Laga yang dilaksanakan di stadion VEB Arena, Moskva tersebut  berakhir dengan skor imbang. Rusia memang terlihat bermain santai. Mereka sangat berhati-berhati dan tidak memaksakan permainan keras. Sebab pertandingan mereka selanjutnya akan digelar tidak lama setelah laga persahabatan tersebut. Satu gol untuk Rusia dicetak oleh V. Vasin pada menit 67’, sedangkan M. Isla menyumbangkan satu gol untuk Cile pada menit 56’.

Pada lima pertandingan terakhir yang dijalani oleh Rusia, terlihat bahwa mereka hanya meraih dua kali kemenangan. Sedangkan dua pertandingan lagi berakhir dengan skor imbang dan satu pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tambahan untuk S. Cherchesov selaku pelatih tim nasional Rusia, jika mereka ingin mengamankan kesempatan untuk menang pada laga kali ini.

Rusia diperkirakan akan tetap menggunakan strategi dengan formasi 5-3-2 dengan dua ujung tombak andalan yaitu F. Smolov dan D. Poloz. Keduanya terbukti menjadi barisan penyerang yang mengesankan selama beberapa pertandingan terakhir. Namun Cherchesov juga masih memiliki dua pilihan striker lain yaitu A. Bukharov dan juga M. Kanunnikov.

Beralih pada tim tamu, Portugal, yang terlihat lebih siap untuk mencuri kemenangan dari lawannya. Dari lima pertandingan terakhir performa mereka terlihat stabil, dengan raihan empat kali kemenangan dan satu kali pertandingan yang berakhir dengan kekalahan. Hal ini tentunya dapat menjadi peringatan dini bagi Rusia.

Pertandingan tandang terakhir yang telah dimainkan oleh Portugal sebelum gelaran Piala Konfederasi ini adalah melawan Latvia pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, 10 Juni 2017. Laga yang dihelat di stadion Skonto, Riga, tersebut berakhir dengan kemenangan Portugal dengan tiga gol tanpa balas. Dua gol Portugal disumbangkan oleh Cristiano Ronaldo pada menit 41’ dan 63’, kemudian Andre Silva memastikan keunggulan Portugal pada menit 67’.

Latvia sebenarnya mencoba beberapa peluang akan tetapi perbedaan materi pemain antara kedua tim membuat tim tuan rumah kesulitan menembus pertahanan tim tamu. Portugal yang menggunakan formasi 4-4-2 tersebut mempercayakan ini depan kepada Andre Silva dan Christiano Ronaldo. Keduanya terbukti tidak mengecewakan dan berhasil mengantarkan negara mereka selangkah lebih dekat dengan babak utama Piala Dunia 2018.

Sedangkan satu pertandingan lagi yang telah dijalani oleh Portugal adalah pertandingan tandang melawan Siprus pada tanggal 3 Juni 2017 lalu. Laga persahabatan tersebut berakhir dengan kemenangan telak untuk Portugal dengan skor akhir 4-0 tanpat balas. Masih menggunakan formasi yang sama namun lini depan dihuni oleh Andre Silva dan Nani.

Sekali lagi perbedaan materi pemain membuat pertandingan ini terasa berat sebelah. Akan tetapi tetap dapat dilihat bahwa Portugal juga berhasil menggagalkan usaha-usaha yang dibangun oleh Siprus. Joao Moutinho tercatat mencetak dua gol bagi kemenangan Portugal pada laga tersebut pada menit 3’ dan 42’, sedangkan dua go lainnya disumbangkan oleh Pizzi pada menit 63’ dan satu gol lainnya lahir dari kaki Andre Silva pada menit 70’.

Terakhir, Portugal ditahan imbang oleh Meksiko dalam laga pertama di penyisihan Grup A Piala Konfederasi 2017. Permainan Portugal bukan buruk, hanya saja ada pekerjaan rumah tentang penyelesaian akhir dan ketenangan pemain. Dua hal itu perlu diperbaiki oleh Portugal jika ingin menang melawan tim tuan rumah.

Melihat pertandingan sebelumnya yang telah mereka jalani, secara materi pemain Portugal di atas kertas menjadi tim favorit yang diprediksi akan membawa pulang kemenangan. Namun hal tersebut tidak akan mudah, sebab Rusia bermain di kandang mereka sendiri. Mereka juga memiliki peluang untuk membuat kekacauan di barisan belakang Portugal jika pemain mereka mulai lengah dan kehilangan fokus.

Profil Shinji Kagawa, Borussia Dortmund

shinji kagawa pemain dortmundShinji Kagawa lahir di Kobe, Hyōgo, Japan pada tanggal 17 Maret 1989. Pemain berkebangsaan Jepang yang berposisi sebagai gelandang serang ini sekarang memperkuat klub Jerman, Borussia Dortmund. Kagawa mulai bermain sepakbola ketika berumur lima tahun. Dia bergabung dengan Marino FC dari tahun 1994 sampai dengan 1999. Kemudian pindah ke Kobe NK Footbal Club dari tahun 1999 sampai 2001 dan dia bergabung dengan FC Miyagi Barcelona di Sendai tahun 2001 sampai tahun 2005.

Shinji Kagawa mulai menjadi pemain profesional di kampung halamannya bersama dengan Cerezo Osaka di tahun 2006. Dia menjadi pemain pertama di Jepang yang menandatangani kontrak profesional sebelum lulus SMA, kecuali pemain yang dipromosikan dari tim muda klub J League. Pada tahun 2007 dia mendapat posisi reguler di tim namun Cerezo Osaka melewatkan promosi ke divisi J League 1. Di tahun 2009, Shinji Kagawa menjadi pencetak gol terbanyak di Divisi 2 J League dengan total 27 gol dan menarik perhatian luas. Dia tercatat sebagai midfilder paling subur. Selama empat musim membela Cerezo Osaka, Kagawa mencetak 57 gol dari total 127 penampilan.

Pada musim panas 2010, Shinji Kagawa dibeli oleh klub asal Jerman, Borussia Dortmund dengan biaya transfer €350,000. Biaya transfer yang relatif rendah karena ada klausul kontrak dari Cerezo Osaka yang menjelaskan bahwa jika pemain akan dilepas dengan harga murah bila ada tawaran bermain di kompetisi Eropa.

Shinji Kagawa membuat debut penampilan pertamanya di Bundesliga Jerman pada tanggal 23 Agustus 2010. Setelah mencetak dua gol pertamanya di kompetisi resmi untuk Borussia Dortmund saat babak kualifikasi UEFA Europa League melawan Qarabag FK, dia melanjutkan performa apiknya dengan gol pertamanya di Bundesliga Jerman kala mengalahkan VFL Wolfsburg dengan skor 2-0 di Signal Iduna Park. Di derbi Revierderby melawan saingan Dortmund, yaitu Schalke 04 yang dimenangi oleh The Borussian 3-1, Kagawa sukses dua kali mencatatkan namanya dipapan skor sebagai pencetak gol, keberhasilannya mencetak brace di pertandingan tersebut membuatnya menjadi pemain favorit para fans Borussia Dortmund.

Kagawa melewatkan setengah musim 2010/2011 di Bundesliga Jerman bersama Dortmund karena dia mengalami cidera kala membela tim nasional Jepang di laga Internasional. Akan tetapi dia berhasil mencetak 8 gol di 18 penampilannya di musim tersebut. Dengan usaha kerasnya pada paruh pertama musim tersebut, akhirnya bisa membantu Borussia Dortmund menjadi juara Bundesliga Jerman musim 2010/2011 dan ia bahkan berhasil masuk dalam best XI Bundesliga Jerman.

Pada tanggal 22 Oktober 2011, Kagawa mencetak gol cepat di menit ke-7 ketika Dortmund menghancurkan FC Koln 5-0 di depan 80,200 penonton yang memadati Signal Iduna Park. Shinji Kagawa kembali mencetak gol pada tanggal 5 Oktober 2011 saat Borussia Dortmund menggunduli VfL Wolfsburg 5-1. Kagawa mencetak satu satunya gol saat melawan Werder Bremen pada tanggal 17 Maret 2012, golnya tercipta melalui sundulan setelah menerima umpan dari Ilkay Gundogan pada menit ke delapan. Dia kembali mencetak gol saat Borussia Dortmund mempecundangi Cologne 6-1 pada tanggal 25 Maret 2012. Di pertandingan tersebut ia berhasil membuat brace, kemenangan tersebut membuat Dortmund tetap memimpin Bundesliga Jerman dengan selisih lima poin dari Bayern Munich.

Setelah dua tahun kebersamaannya bersama Borussia Dortmund, Kagawa menandatangani kontrak empat tahun bersama raksasa Inggris, Manchester United. Selama di Old Trafford, Kagawa tidak tampil apik seperti ketika membela Borussia Dortmund, meskipun memenangi Premier League pada musim 2012/2013. Dia kembali ke Borussia Dortmund setelah dua musim saja bersama dengan Setan Merah. Di dua musim tersebut dia hanya mengoleksi 38 penampilan serta 6 gol.

Sementara di karir internasionalnya, Shinji Kagawa pertama kali membela tim nasional Jepang dari level junior. Dia menjadi bagian dari tim nasional Jepang U-20 di Piala Dunia FIFA U-20 yang di adakan di Kanada. Pada tahun 2008 dia terpilih untuk membela tim Jepang dalam Olimpiade 2008. Kagawa memulai debutnya di tim senior Jepang pada tanggal 24 Mei 2008 saat kompetisi persahabatan Kirin Cup. Sampai saat ini Kagawa masih menjadi bagian dari tim nasional Jepang.

Prediksi Rusia vs Selandia Baru 17 Juni 2017

prediksi bola russia lawan selandia baru 2017Pertandingan pembuka ajang Piala Konfederasi 2017 akan mempertemukan dua tim kuat di masing-masing zona, yaitu timnas Rusia dan Selandia Baru. Keduanya dijadwalkan akan saling beradu pada Sabtu, 17 Juni 2017. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Krestovskyi, St. Petersburg. Melihat peta kekuatan dari kedua tim nampaknya laga ini akan berjalan dengan seru dan penuh kejutan.

Pertandingan terakhir yang dilakoni oleh Rusia adalah ketika bertemu dengan Chili pada tanggal 9 Juni lalu, dalam laga tersebut Rusia yang bermain sebagai tim tuan rumah harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat gagal mengungguli Chili yang bermain cukup solid pada kesempatan tersebut.

Pada laga lainnya, mereka juga tercatat berhasil meraih kemenangan pada laga tandang saat bertemu dengan Hungaria pada pertandingan yang digelar tanggal 6 Juni lalu. Tuan rumah tidak menunjukkan perlawanan yang berarti sejak pertandingan dimulai hingga peluit terakhir berbunyi, dan Rusia dengan mudah menjebol gawang mereka sebanyak 3 kali hingga skor akhir menunjukan angka 0-3.

Pada dua laga kandang lainnya bandar bola Rusia masih belum mampu meraih kemenangan atas lawannya ketika mereka hanya mampu menahan imbang Belgia dengan skor akhir 3-3 dan ketika mereka harus mengakui keunggulan lawannya, Pantai Gading dengan skor 0-2. Namun Rusia berhasil mencetak kemenangan pada laga kandang ketika mereka menjamu Rumania pada tanggal 15 November tahun lalu. Pada saat itu Rusia menunjukkan bahwa mereka dapat bermain dominan dan mencetak satu gol yang menjadi satu-satunya gol pada laga tersebut.

Disisi lain, Selandia Baru memiliki rekor kemenangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan Rusia, baik untuk pertandingan kandang maupun pertandingan tandang. Pertandingan terakhir yang dimainkan oleh Selandia Baru adalah ketika mereka bertandang ke markas Irlandia Utara pada tanggal 3 Juni lalu. Mereka dipaksa mengakui keunggulan tim tuan rumah dan harus pulang dengan tangan kosong ketika pertandingan berakhir dengan skor 1-0.

Akan tetapi pada pertandingan kandang sebelumnya yang diadakan pada tanggal 28 Maret yang lalu, Selandia Baru berhasil meraih kemenangan atas tim tamu, Fiji, dengan skor akhir 2-0. Kemenangan tersebut adalah kemenangan lanjutan setelah pada tanggal 25 Maret sebelumnya, kedua tim telah bertemu dengan Fiji yang bermain sebagai tuan rumah. Pada kesempatan tersebut Selandia Baru juga sukses menyerangkan dua gol ke gawang Fiji dan mengakhiri pertandingan dengan skor 0-2.

Melihat lagi kebelakang, Selandia Baru ternyata memiliki dua pertandingan yang berakhir dengan imbang yaitu ketika bertemu dengan Kaledonia Baru dengan hasil skor 0-0 dan ketika bertemu dengan Amerika Serikat yang berakhir dengan skor 1-1. Namun pada kesempatan lainnya, Selandia Baru terlihat dapat menaklukkan Kaledonia Baru pada laga kandang dan menunjukkan kehebatan mereka dengan mejebol gawang tim tamu sebanyak dua kali hingga skor menunjukkan angka 2-0.

Diatas kertas memang Selandia Baru memiliki peluang kemenangan yang cukup besar mengingat penampilan mereka pada pertandingan sebelumnya juga cukup stabil dan nyaris tanpa kekalahan. Hal ini tentunya menjadi peringatan dini bagi skuat timnas Rusia jika mereka ingin maju ke babak selanjutnya dan mengalahkan Selandia Baru. Rusia juga tercatat mengalami satu kekalahan pada lima laga sebelumnya, akan tetapi mereka memiliki 2 pertandingan yang berakhir dengan hasil seri dan dua pertandingan yang berakhir dengan kemenangan. Sedangkan skuat Selandia Baru tercatat mengalami satu kekalahan pada lima pertandingan sebelumnya, dan hanya satu pertandingan yang berakhir dengan hasil imbang. Sementara pada ketiga laga lainnya mereka sukses meraih kemenangan atas lawannya.

Pemain Selandia Baru diprediksi memiliki kekuatan yang lebih tahan lama karena usia rata-rata pemainnya adalah 25 tahun. Sedangkan Rusia dimungkinkan akan mengalami sedikit masalah dengan ketahanan fisik para pemainnya yang memiliki rata-rata usia 28 tahun. Namun Rusia dapat dikatakan unggul dalam pengalaman bermain karena skuat mereka terdiri dari banyak pemain senior dengan hanya 2 pemain yang berusia dibawah 21 tahun. Berbeda halnya dengan Selandia Baru yang tercatat memiliki lebih banyak pemain dengan usia dibawah 21 tahun yaitu 5 pemain. Pemain termuda Selandia baru adalah D. Ingham yang berusia 18 tahun dan pemain termuda Rusia adalah A. Golovin yang berusia 21 tahun.

Tim Nasional Inggris Butuh Sosok yang ‘Hebat’

tim kebanggan inggrisKehebohan menyambut Piala Dunia 2018 mulai dapat terasa saat ini, ditambah lagi babak kualifikasi telah bergulir dan mempertemukan bermacam-macam negara. Salah satunya adalah Inggris yang bertemu dengan Skotlandia pada hari Sabtu kemarin. Inggris merupakan salah satu kandidat juara dalam kompetisi tersebut setiap tahunnya, akan tetapi nampaknya kali ini akan menjadi perjalanan yang sulit bagi timnas Inggris. Nyaris saja menyerah atas Skotlandia, Inggris berhasil menyamakan kedudukan dan mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 2-2.

Keunggulan Inggris diberikan oleh Alex Oxlade-Chamberlain pada babak kedua, memecah kebuntuan permainan selama babak pertama. Akan tetapi tidak lama kemudian Skotlandia mulai menyusul lewat dua kali tendangan bebas yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Leigh Griffiths. Beruntung kapten tim, Harry Kane, berhasil menjebol gawang Skotlandia pada menit-menit akhir menjelang pertandingan usai dan menyamakan kedudukan. Akan tetapi permasalahan Inggris tidak selesai pada saat itu juga.

Gareth Southgate yang menjabat sebagai pelatih Inggris mengakui bahwa skuatnya masih belum sempurna di berbagai sektor, walaupun mereka berhasil menghindari kekalahan saat melawan Skotlandia. Ia merasa bahwa timnas Inggris masih membutuhkan perbaikan pada barisan tengah dan bagian pertahanan serta posisi penjaga gawang. Joe Hart yang bertugas mengawal tiang gawang Inggris pada pertandingan melawan Skotlandia tersebut diprediksi akan absen pada pertandingan-pertandingan Inggris berikutnya setelah ia gagal menyelamatkan gawangnya dari dua tendangan bebas sekaligus.

Southgate juga dikabarkan masih meracik strategi yang pas untuk lini belakang Inggris, dengan pilihan yang tidak jauh dari dua pemain senior, Gary Cahill dan Chris Smalling. Namun penampilan keduanya yang masih kurang memuaskan pada pertandingan terakhir membuat pelatih Inggris tersebut harus kembali memutar otaknya. Southgate juga belum terlihat berminat untuk menggunakan pemain bertahan termahal yang dimiliki Inggris, John Stones, karena ia belum melihat penampilannya sudah stabil untuk mewakili Inggris.

Salah satu sektor yang sangat membutuhkan perhatian lebih saat ini adalah lini tengah. Sejak para pemain legendaris seperti Steven Gerrard, Paul Scholes dan Frank Lampard tidak lagi menjadi bagian dari timnas Inggris, sektor ini menjadi sektor yang rentan untuk dimanfaatkan oleh lawan. Saat ini Inggris membutuhkan gelandang yang berbakat dan mampu mengatur alur bola. Empat pemain yang kini menduduki posisi tersebut yaitu Adam Lallana, Dele Alli, Eric Dier serta Jake Livermore, masih belum mampu menggantikan peran para seniornya.

Standar kualitas mereka masih dinilai jauh dibawah Steven Gerrard dan kawan-kawan. Ditambah lagi Dier dan Livermore juga masih harus mengasah kemampuan mengumpan mereka, dan hal ini membuat Southgate masih membuka kesempatan untuk para pemain Inggris lainnya yang mampu menunjukkan kemampuan mereka untuk bergabung dengan timnas.

“Dalam skuat Inggris saat ini anda tidak dapat menemukan pemain yang sekelas Gerrard, Scholes dan Lampard. Anda juga tentunya menyaksikan sendiri bahwa kami juga bertanding tanpa beberapa pemain hebat seperti Jordan henderson, Danny Drinkwater, Jack Wildhere dan Fabian Delph. Namun hasil dari pertandingan kami yang terakhir menunjukkan bahwa kami tidak boleh meremehkan permasalahan tersebut. Dan harapan kami adalah para pemain muda dapat mengisi kekurangan skuat Inggris, terutama dari U20 atau U21. Kami memiliki begitu banyak pemain muda yang berbakat, hanya tinggal mengarahkan dan memberi mereka kesempatan,” ungkap Gareth dalam wawancara dengan media Daily Telegraph.

Walaupun ia jelas menunjukkan kekecewaannya mengenai penampilan terakhir Inggris, namun ia juga melontarkan pujian untuk Livermore yang dinilai cukup baik dalam menjalankan tugasnya. “Jake telah menunjukkan permainan yang sangat baik hari ini. Kami memberinya posisi yang tidak mudah dan kami memiliki pilihan untuk bermain lebih menyerang. Akan tetapi melihat bahwa kami memiliki pemain bertahan yang dapat bergerak maju dan juga striker yang dapat diandalkan di barisan depan, kami membutuhkan sosok pemain di barisan tengah yang dapat bermain dengan disiplin,” ujar Southgate kepada media Daily Mail.

Memang benar bahwa permainan Livermore cukup memuaskan pada laga terakhir Inggris, namun kenyataan bahwa mereka hampir kalah melawan Skotlandia, tim yang notabene tidak memiliki pemain hebat dalam skuatnya, tentu saja membuat hasil imbang tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dan keraguan akan nasib timnas Inggris kedepannya.

Southgate juga tidak ketinggalan untuk menunjuk para pemain yang dinilai masih belum dapat mengatasi tekanan dengan baik. Ia masih memiliki setumpuk permasalahan yang harus ia selesaikan mulai dari ketenangan pemain dalam mengambil keputusan, fokus pemain saat pertandingan hingga pengambilan keputusan saat di lapangan. Southgate harus benar-benar memperbaiki faktor-faktor tersebut jika ingin Inggris dapat melaju ke babak utama ajang Piala Dunia 2018.

Jika Ibrahimovic Pindah ke MLS, Bisakah Menguasai?

ibrahimovic akan gantikan tulisan hollywoodJika Anda berkunjung ke negara Amerika, maka Anda akan menemukan rangkaian huruf-huruf raksasa yang menjadi simbol kebanggaan warga negara Amerika yang bertuliskan “Hollywood”. Banyak pihak yang percaya bahwa Zlatan Ibrahimovic dapat menggantikan kata-kata tersebut dan menguasai sepakbola Amerika, benarkah?

Jendela transfer musim panas kali ini dihebohkan dengan keputusan Manchester United yang ingin melepaskan  bintang legendarisnya, Zlatan Ibrahimovic. Terlepas dari penampilan memuaskan di sepanjang musim lalu, United memutuskan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk menjual Ibrahimovic kepada klub yang lain karena usianya yang tidak lagi dapat dikatakan muda.

Sepanjang musim lalu Ibra tercatat telah mencetak total 28 gol pada 41 penampilannya membela The Reds. Selain menjadi salah satu mesin gol United, sosok Ibra juga banyak diakui telah membawa energi positif kepada seluruh skuat United. Hasilnya sudah bisa terbukti dengan kesuksesan United raih gelar Piala Liga Inggris serta gelar juara Liga Eropa sbobet.com . Energi dan mentalitas juara seperti inilah yang sempat hilang dari skuat United pasca mundurnya manajer legendaris, Sir Alex Ferguson.

Kini waktunya bermain di Old Trafford telah usai, namun bukan berarti ia akan berhenti begitu saja. Amerika dikabarkan akan menjadi salah satu  tempat untuk petualangan Ibra selanjutnya, dengan ketertarikan Los Angeles Galaxy yang juga menjadi rumah bagi bintang legendaris sebelumnya, David Bechkam. ESPN FC melansir kabar tersebut pada bulan Maret lalu, dimana mereka menyatakan bahwa Ibra memiliki peluang besar untuk bermain di MLS atau Major League Soccer. Salah satu mantan anggota dari tim nasional Amerika, Alexi Lalas, juga membenarkan kemungkinan tersebut.

“Saya berpendapat bahwa kesempatan untuk LA Galaxy mendatangkan Ibra sangat besar. Terlepas dari waktu pastinya, bisa jai musim panas tahun ini atau di masa mendatang. Satu hal yang pasti adalah nama besar Ibra akan selalu menjadi magnet bagi klub di belahan dunia manapun. Dan menurut kabar yang saya dengar, kedua pihak telah bertemu dan membicarakan mengenai hal tersebut,” ungkap Lalas pada salah satu kesempatan bulan Maret lalu.

Lama tak terdengar mengenai kemungkinan Ibra hijrah ke Amerika, belakangan ini kabar tersebut kembali mencuat ke permukaan. Hal ini dipicu oleh kabar yang disiarkan oleh media Marca, yang memberitakan bahwa kepindahan Ibra ke LA Galaxy telah dikonfirmasi. Saat ini ia sedang dipersiapkan untuk bergabung dengan semua pemain lainnya dan akan mulai berseragam LA Galaxy mulai musim 2017 ini.

Namun kemudian para penggemar kembali dibuat heran dengan adanya berita lain yang dikabarkan oleh ESPN FC, yang menyatakan bahwa kabar kepindahan Ibra tersebut adalah bohong atau tidak benar sama sekali. Jeff Carlisle, salah satu wartawan ESPN FC, mengatakan lewat akun Twitternya, @JeffreyCarlisle, bahwa ia telah bertanya langsung pada pihaK LA Galaxy dan mereka menyatakan bahwa belum ada perjanjian apapun diantara pihak LA Galaxy dan pemain bintang berkebangsaan Swedia tersebut.

“Salah satu sumber yang dekat dengan LA Galaxy mengabarkan bahwa berita mengenai Zlatan yang akan bermain di Amerika Serikat tersebut adalah tidak benar. Ibra bahkan tidak termasuk dalam daftar pemain incaran mereka pada musim transfer kali ini,” tulisnya di Twitter.

Banyaknya minat dari berbagai klub diseluruh dunia dan nama besar Zlatan Ibrahimovic sendiri membuat banyak orang tidak sabar untuk mengetahui rencana selanjutnya dari pemain tersebut. Bahkan hingga kini masih banyak berita yang simpang siur mengenai kepindahan Ibrahimovic. Nasib pemain yang juga pernah bermain di semua liga-liga top Eropa tersebut juga masih belum dapat dipastikan akan berlabuh dimana.

Namun jika suatu saat nanti Ibrahimovic memang benar akan bermain di Major League Soccer, maka tidak ada keraguan bahwa dirinya akan dapat beradaptasi dengan cepat dan menjadi salah satu pemain yang terbaik di liga tersebut. dengan kemampuannya yang sudah terkenal diseluruh penjuru dunia, nampaknya menaklukkan Amerika tidak akan menjadi hal yang sulit baginya.

Selain itu hal tersebut juga akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi LA Galaxy karena penjualan merchandise maupun hal-hal yang berbau Ibrahimovic dapat laku keras di pasaran. Jadi jangan heran jika nanti anda menemukan kata Hollywood berganti menjadi Ibrahimovic.