Tim Nasional Inggris Butuh Sosok yang ‘Hebat’

tim kebanggan inggrisKehebohan menyambut Piala Dunia 2018 mulai dapat terasa saat ini, ditambah lagi babak kualifikasi telah bergulir dan mempertemukan bermacam-macam negara. Salah satunya adalah Inggris yang bertemu dengan Skotlandia pada hari Sabtu kemarin. Inggris merupakan salah satu kandidat juara dalam kompetisi tersebut setiap tahunnya, akan tetapi nampaknya kali ini akan menjadi perjalanan yang sulit bagi timnas Inggris. Nyaris saja menyerah atas Skotlandia, Inggris berhasil menyamakan kedudukan dan mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 2-2.

Keunggulan Inggris diberikan oleh Alex Oxlade-Chamberlain pada babak kedua, memecah kebuntuan permainan selama babak pertama. Akan tetapi tidak lama kemudian Skotlandia mulai menyusul lewat dua kali tendangan bebas yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Leigh Griffiths. Beruntung kapten tim, Harry Kane, berhasil menjebol gawang Skotlandia pada menit-menit akhir menjelang pertandingan usai dan menyamakan kedudukan. Akan tetapi permasalahan Inggris tidak selesai pada saat itu juga.

Gareth Southgate yang menjabat sebagai pelatih Inggris mengakui bahwa skuatnya masih belum sempurna di berbagai sektor, walaupun mereka berhasil menghindari kekalahan saat melawan Skotlandia. Ia merasa bahwa timnas Inggris masih membutuhkan perbaikan pada barisan tengah dan bagian pertahanan serta posisi penjaga gawang. Joe Hart yang bertugas mengawal tiang gawang Inggris pada pertandingan melawan Skotlandia tersebut diprediksi akan absen pada pertandingan-pertandingan Inggris berikutnya setelah ia gagal menyelamatkan gawangnya dari dua tendangan bebas sekaligus.

Southgate juga dikabarkan masih meracik strategi yang pas untuk lini belakang Inggris, dengan pilihan yang tidak jauh dari dua pemain senior, Gary Cahill dan Chris Smalling. Namun penampilan keduanya yang masih kurang memuaskan pada pertandingan terakhir membuat pelatih Inggris tersebut harus kembali memutar otaknya. Southgate juga belum terlihat berminat untuk menggunakan pemain bertahan termahal yang dimiliki Inggris, John Stones, karena ia belum melihat penampilannya sudah stabil untuk mewakili Inggris.

Salah satu sektor yang sangat membutuhkan perhatian lebih saat ini adalah lini tengah. Sejak para pemain legendaris seperti Steven Gerrard, Paul Scholes dan Frank Lampard tidak lagi menjadi bagian dari timnas Inggris, sektor ini menjadi sektor yang rentan untuk dimanfaatkan oleh lawan. Saat ini Inggris membutuhkan gelandang yang berbakat dan mampu mengatur alur bola. Empat pemain yang kini menduduki posisi tersebut yaitu Adam Lallana, Dele Alli, Eric Dier serta Jake Livermore, masih belum mampu menggantikan peran para seniornya.

Standar kualitas mereka masih dinilai jauh dibawah Steven Gerrard dan kawan-kawan. Ditambah lagi Dier dan Livermore juga masih harus mengasah kemampuan mengumpan mereka, dan hal ini membuat Southgate masih membuka kesempatan untuk para pemain Inggris lainnya yang mampu menunjukkan kemampuan mereka untuk bergabung dengan timnas.

“Dalam skuat Inggris saat ini anda tidak dapat menemukan pemain yang sekelas Gerrard, Scholes dan Lampard. Anda juga tentunya menyaksikan sendiri bahwa kami juga bertanding tanpa beberapa pemain hebat seperti Jordan henderson, Danny Drinkwater, Jack Wildhere dan Fabian Delph. Namun hasil dari pertandingan kami yang terakhir menunjukkan bahwa kami tidak boleh meremehkan permasalahan tersebut. Dan harapan kami adalah para pemain muda dapat mengisi kekurangan skuat Inggris, terutama dari U20 atau U21. Kami memiliki begitu banyak pemain muda yang berbakat, hanya tinggal mengarahkan dan memberi mereka kesempatan,” ungkap Gareth dalam wawancara dengan media Daily Telegraph.

Walaupun ia jelas menunjukkan kekecewaannya mengenai penampilan terakhir Inggris, namun ia juga melontarkan pujian untuk Livermore yang dinilai cukup baik dalam menjalankan tugasnya. “Jake telah menunjukkan permainan yang sangat baik hari ini. Kami memberinya posisi yang tidak mudah dan kami memiliki pilihan untuk bermain lebih menyerang. Akan tetapi melihat bahwa kami memiliki pemain bertahan yang dapat bergerak maju dan juga striker yang dapat diandalkan di barisan depan, kami membutuhkan sosok pemain di barisan tengah yang dapat bermain dengan disiplin,” ujar Southgate kepada media Daily Mail.

Memang benar bahwa permainan Livermore cukup memuaskan pada laga terakhir Inggris, namun kenyataan bahwa mereka hampir kalah melawan Skotlandia, tim yang notabene tidak memiliki pemain hebat dalam skuatnya, tentu saja membuat hasil imbang tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dan keraguan akan nasib timnas Inggris kedepannya.

Southgate juga tidak ketinggalan untuk menunjuk para pemain yang dinilai masih belum dapat mengatasi tekanan dengan baik. Ia masih memiliki setumpuk permasalahan yang harus ia selesaikan mulai dari ketenangan pemain dalam mengambil keputusan, fokus pemain saat pertandingan hingga pengambilan keputusan saat di lapangan. Southgate harus benar-benar memperbaiki faktor-faktor tersebut jika ingin Inggris dapat melaju ke babak utama ajang Piala Dunia 2018.

Jika Ibrahimovic Pindah ke MLS, Bisakah Menguasai?

ibrahimovic akan gantikan tulisan hollywoodJika Anda berkunjung ke negara Amerika, maka Anda akan menemukan rangkaian huruf-huruf raksasa yang menjadi simbol kebanggaan warga negara Amerika yang bertuliskan “Hollywood”. Banyak pihak yang percaya bahwa Zlatan Ibrahimovic dapat menggantikan kata-kata tersebut dan menguasai sepakbola Amerika, benarkah?

Jendela transfer musim panas kali ini dihebohkan dengan keputusan Manchester United yang ingin melepaskan  bintang legendarisnya, Zlatan Ibrahimovic. Terlepas dari penampilan memuaskan di sepanjang musim lalu, United memutuskan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk menjual Ibrahimovic kepada klub yang lain karena usianya yang tidak lagi dapat dikatakan muda.

Sepanjang musim lalu Ibra tercatat telah mencetak total 28 gol pada 41 penampilannya membela The Reds. Selain menjadi salah satu mesin gol United, sosok Ibra juga banyak diakui telah membawa energi positif kepada seluruh skuat United. Hasilnya sudah bisa terbukti dengan kesuksesan United raih gelar Piala Liga Inggris serta gelar juara Liga Eropa sbobet.com . Energi dan mentalitas juara seperti inilah yang sempat hilang dari skuat United pasca mundurnya manajer legendaris, Sir Alex Ferguson.

Kini waktunya bermain di Old Trafford telah usai, namun bukan berarti ia akan berhenti begitu saja. Amerika dikabarkan akan menjadi salah satu  tempat untuk petualangan Ibra selanjutnya, dengan ketertarikan Los Angeles Galaxy yang juga menjadi rumah bagi bintang legendaris sebelumnya, David Bechkam. ESPN FC melansir kabar tersebut pada bulan Maret lalu, dimana mereka menyatakan bahwa Ibra memiliki peluang besar untuk bermain di MLS atau Major League Soccer. Salah satu mantan anggota dari tim nasional Amerika, Alexi Lalas, juga membenarkan kemungkinan tersebut.

“Saya berpendapat bahwa kesempatan untuk LA Galaxy mendatangkan Ibra sangat besar. Terlepas dari waktu pastinya, bisa jai musim panas tahun ini atau di masa mendatang. Satu hal yang pasti adalah nama besar Ibra akan selalu menjadi magnet bagi klub di belahan dunia manapun. Dan menurut kabar yang saya dengar, kedua pihak telah bertemu dan membicarakan mengenai hal tersebut,” ungkap Lalas pada salah satu kesempatan bulan Maret lalu.

Lama tak terdengar mengenai kemungkinan Ibra hijrah ke Amerika, belakangan ini kabar tersebut kembali mencuat ke permukaan. Hal ini dipicu oleh kabar yang disiarkan oleh media Marca, yang memberitakan bahwa kepindahan Ibra ke LA Galaxy telah dikonfirmasi. Saat ini ia sedang dipersiapkan untuk bergabung dengan semua pemain lainnya dan akan mulai berseragam LA Galaxy mulai musim 2017 ini.

Namun kemudian para penggemar kembali dibuat heran dengan adanya berita lain yang dikabarkan oleh ESPN FC, yang menyatakan bahwa kabar kepindahan Ibra tersebut adalah bohong atau tidak benar sama sekali. Jeff Carlisle, salah satu wartawan ESPN FC, mengatakan lewat akun Twitternya, @JeffreyCarlisle, bahwa ia telah bertanya langsung pada pihaK LA Galaxy dan mereka menyatakan bahwa belum ada perjanjian apapun diantara pihak LA Galaxy dan pemain bintang berkebangsaan Swedia tersebut.

“Salah satu sumber yang dekat dengan LA Galaxy mengabarkan bahwa berita mengenai Zlatan yang akan bermain di Amerika Serikat tersebut adalah tidak benar. Ibra bahkan tidak termasuk dalam daftar pemain incaran mereka pada musim transfer kali ini,” tulisnya di Twitter.

Banyaknya minat dari berbagai klub diseluruh dunia dan nama besar Zlatan Ibrahimovic sendiri membuat banyak orang tidak sabar untuk mengetahui rencana selanjutnya dari pemain tersebut. Bahkan hingga kini masih banyak berita yang simpang siur mengenai kepindahan Ibrahimovic. Nasib pemain yang juga pernah bermain di semua liga-liga top Eropa tersebut juga masih belum dapat dipastikan akan berlabuh dimana.

Namun jika suatu saat nanti Ibrahimovic memang benar akan bermain di Major League Soccer, maka tidak ada keraguan bahwa dirinya akan dapat beradaptasi dengan cepat dan menjadi salah satu pemain yang terbaik di liga tersebut. dengan kemampuannya yang sudah terkenal diseluruh penjuru dunia, nampaknya menaklukkan Amerika tidak akan menjadi hal yang sulit baginya.

Selain itu hal tersebut juga akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi LA Galaxy karena penjualan merchandise maupun hal-hal yang berbau Ibrahimovic dapat laku keras di pasaran. Jadi jangan heran jika nanti anda menemukan kata Hollywood berganti menjadi Ibrahimovic.